Penilaian E Commerce dalam Perusahaan

3 faktor penilaian e-commerce

1.         Sejauh mana para pelaku bisnis atau masyarakat yang bersangkutan mengerti benar mengenai paradigma sistem ekonomi digital yang memiliki 12 ciri

(knowledge, digitization, virtualization, molecularization, internet-working, disintermediation, convergence, innovation, prosumption, immediacy, globalization, dan discordance )

2.         seberapa besar keberadaan e-commerce berpengaruh terhadap industri atau perusahaan yang bersangkutan

3.         apakah ada usaha-usaha atau langkah antisipasi atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap fenomena yang ada

8 jenis klasifikasi dampak e-commerce pada perusahaan (Indrajit, 2000).

Survive

  • mengerti paradigma baru sistem ekonomi digital
  • Mengerti aplikasi e-commerce
  • melakukan antisipasi

Threat

Keberadaan e-commerce akan menjadi ancaman yang serius bagi perusahaan yang walaupun memahami benar paradigma baru ekonomi digital, namun tidak mengambil reaksi apa pun, karena keberadaaan e-commerce dalam industri yang digelutinya sangatlah signifikan untuk memberikan keunggulan kompetitif. Jika manajemen perusahaan tetap “berkeras” untuk tidak mengambil langkah inisiatif apapun, maka lambat laun bisnisnya akan segera berakhir, karena seluruh saingannya telah mengimplementasikan e-commerce untuk menarik pelanggan.

Opportunities Taken

Jika perusahaan yang bersangkutan mengerti benar mengenai konsep ekonomi digital, sementara aplikasi e-commerce tidak begitu berpengaruh terhadap industri yang bersangkutan, namun manajemen mengambil langkah-langkah untuk mengimplementasikan e-commerce, hal tersebut berarti bahwa yang bersangkutan telah memanfaatkan peluang yang ada. Alasannya adalah bahwa perusahaan telah memberikan alternatif atau tawaran baru bagi konsumen untuk melakukan transaksi melalui e-commerce walaupun hal tersebut masih tergolong baru (belum umum) di industri terkait.

Adding Knowledge

Mengetahui akan seluk beluk ekonomi digital tanpa melakukan aksi apapun di dalam industri dimana e-commerce tidak memiliki pengaruh yang signifikan hanyalah merupakan suatu usaha untuk menambah wawasan pelaku bisnis yang bersangkutan.

Boomerang

Pada situasi dimana e-commerce memiliki peranan yang signifikan pada industri tertentu, dan perusahaan telah mengambil langkah antisipatif dengan cara mengimplementasikan e-commerce, namun yang bersangkutan tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap seluk beluk ekonomi digital, maka yang akan terjadi adalah arus balik yang akan merugikan perusahaan. Tidak sedikit perusahaan yang membangun e-commerce karena alasan “latah” (mee too strategies), bukan karena “kesadaran” akan adanya sebuah arena persaingan bisnis yang baru. Tanpa memahami betul paradigma yang melatarbelakangi terbentuknya sistem ekonomi digital, maka kecenderungan yang akan terjadi biasanya adalah investasi yang berlebihan, kesalahan alokasi sumber daya, tidak tertariknya calon konsumen untuk melakukan transaksi, dan lain sebagainya.

Nice Watcher

Klasifikasi terakhir ditujukan bagi perusahaan yang tidak melakukan aktivitas apa-apa, karena selain manajemen tidak menguasai konsep perdagangan di dunia maya, perusahaannya tidak berada di dalam industri dimana e-commerce memiliki pengaruh yang penting. Di dalam perekonomian digital, perusahaan ini dijuluki sebagai “pelengkap” atau “penonton” yang keberadaanya tidak akan mendatangkan pengaruh makro apapun.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: